Thursday, January 21, 2016

Bina Mental dan Akhlak

Ka.MTs Baitul Makmur Tausiyah Dzuhur Santri Bina Mental dan Akhlak

MTs.Baitul Makmur Curup yang terletak di komplek lingkungan masjid agung curup, terus berupaya dan berusah untuk membina kehidupan beragama dan religi santrinya. Sholat dzuhur berjam aah di masjid agung merupakan salah satu komponen yang di wajibkan untuk diikuti seluruh santri sebelum pulang kerumahnya masing masing. Salah satu upaya yang dilakukan untuk bina mental dan akhlak adalah memberikan tausiyah kepada seluruh santri, mengenai kehidupan sehari-hari sesuai dengan tuntutan syariat islam.
Dalam tausiyah yang diberikan Ka. Mts. Baitul Makmur Curup menyampaikan beberapa standar kehidupan yang bernuansa islami, mualai dengan tata cara tidur yagn benar, mandi yang benat, adab makan, adab minum, hormat kepada orang tua. “Islam sudah memberikan kita pedoman petunjuk standar kehidupan yaitu Al-quraan serta tutor terbaik Bagnda Nabi Muhammad Saw” papar H. Usep Saepudin, S.Ag. M.Pd dalam tausiayahnya pada selasa 6 Januari 2015 di Masjid Agung Baitul Makmur Curup lantai dua.
Bina mental dan akhlak yang sudah berjalan ini juga kembali mengingatkan kepada seluruh santri untuk tetap konsisten berjalan pada jalan yang benar, menghindari perbuatan yang tercela, melakauakn hal yang bermanfaat, saling menghormati dan menghargai. 
Kegiatan yang diikuti oleh seluruh santri serta diawasi oleh para pengurus osis ini dilakukan setiap dua kali dalam satu minggu. Kegiatan ini akan dilaksanakan lebih intens dan mendatangkan beberapa tokoh agama serta tokoh pemuda yang berada di Rejang Lebong. 
Mental diartikan sebagai kepribadian yang merupakan kebulatan yang dinamik yang dimiliki seseorang yang tercermin dalam sikap dan perbuatan atau terlihat dari psikomotornya. Dalam ilmu psikiatri dan psikoterapi, kata mental sering digunakan sebagai ganti dari kata personality (kepribadian) yang berarti bahwa mental adalah semua unsur-unsur jiwa termasuk pikiran, emosi, sikap (attitude) dan perasaan yang dalam keseluruhan dan kebulatannya akan menentukan corak laku, cara menghadapi suatu hal yang menekan perasaan, mengecewakan atau menggembirakan, menyenangkan dan sebagainya.
Penulis : Fariq/Redaktur: admin

MTs. Baitul Makmur Curup Terapkan Model Hukuman Pembelajaran

MTs. Baitul Makmur Curup 

Terapkan Model Hukuman Pembelajaran


MTs. Baitul Makmur Curup / Reward dan Punishment merupakan hal yang tidak asing lagi di dalam dunia pendidikan terutama dalam proses kegiatan belajar mengajar, hal ini dipandang perlu untuk membantu meningkatkan motivasi belajar santri yang sudah beprestasi maupun yang beum berprestasi. Dalam hal ini MTS. Baitul Makmur Curup berupaya maksimal untuk menjadikan hukuman atau punishment sebagai sarana pembelajaran yang asik dan menyadarkan santri yang melakukan kesalahan.
Adapun beberapa hukuman yang sudah berjalan diantaranya adalah, untuk santri yang mebuang sampah tidak pada tempatnya dan makan sambil berdiri, santri disuru berwudhu sebanyak tiga kali, membaca istighfar seratus kali, membaca doa untuk kedua orang tuanya sebanyak 10 kali dan diakhiri dengan membaca bacaan sholat subuh di tengah lapangan sekolah. Hukuman seperti ini dianggap efektif karena selaian menjadi pembelajaran bagi yang mendapt hukuman dan bagi mereka yang melihat temanya di hukum.
“Menghukum bukan berarti memarahi, membimbing dan mengarahkan adalah tugas kita sebagai pendidik memanusiakan manusia” papar H. Usep Saepudin, S.Ag. M.Pd kepala MTs. Baitul Makmur Curup. Menghukum atau memberikan punishment adalah wujud sayang terhadap peserta didik sebagai generari penerus Bangsa yang akan menjadi penerus negeri ini.
Diantara beberapa jenis hukuman yang berjalan di MTs. Baitul Makmur adalah menulis beberpa surat pendek, menulis yasin, berwudhu, menghafal do’a-do’a, dan meminta nasehat kebeberapa dewan guru yang berada di MTs. Baitul Makmur Curup.
Selain itu juga MTs.Baitul Makmur Curup juga telah menyediakan kotak saran dan kotak pengaduan santri MTs. Baitul Makmur Curup untuk melaporkan seluruh tindak pelanggaran yang dilakukan oleh beberapa santri baik yang dilakukan diluar madrasah mauun di dalam madrasah. Hal ini terbukti efektif menjadi kontrol santri dengan berkurangnya tindak pelanggaran yang terjadi.
Penulis : Fariq/ Redaktur: admin

Contact Us

Name

Email *

Message *