MTs. Baitul Makmur Curup
Terapkan Model Hukuman Pembelajaran
MTs. Baitul Makmur Curup / Reward dan Punishment merupakan hal yang tidak asing lagi di dalam
dunia pendidikan terutama dalam proses kegiatan belajar mengajar, hal
ini dipandang perlu untuk membantu meningkatkan motivasi belajar santri
yang sudah beprestasi maupun yang beum berprestasi. Dalam hal ini MTS.
Baitul Makmur Curup berupaya maksimal untuk menjadikan hukuman atau
punishment sebagai sarana pembelajaran yang asik dan menyadarkan santri
yang melakukan kesalahan.
Adapun beberapa hukuman yang sudah
berjalan diantaranya adalah, untuk santri yang mebuang sampah tidak pada
tempatnya dan makan sambil berdiri, santri disuru berwudhu sebanyak
tiga kali, membaca istighfar seratus kali, membaca doa untuk kedua orang
tuanya sebanyak 10 kali dan diakhiri dengan membaca bacaan sholat subuh
di tengah lapangan sekolah. Hukuman seperti ini dianggap efektif karena
selaian menjadi pembelajaran bagi yang mendapt hukuman dan bagi mereka
yang melihat temanya di hukum.
“Menghukum bukan berarti memarahi,
membimbing dan mengarahkan adalah tugas kita sebagai pendidik
memanusiakan manusia” papar H. Usep Saepudin, S.Ag. M.Pd kepala MTs.
Baitul Makmur Curup. Menghukum atau memberikan punishment adalah wujud
sayang terhadap peserta didik sebagai generari penerus Bangsa yang akan
menjadi penerus negeri ini.
Diantara beberapa jenis hukuman yang
berjalan di MTs. Baitul Makmur adalah menulis beberpa surat pendek,
menulis yasin, berwudhu, menghafal do’a-do’a, dan meminta nasehat
kebeberapa dewan guru yang berada di MTs. Baitul Makmur Curup.
Selain
itu juga MTs.Baitul Makmur Curup juga telah menyediakan kotak saran dan
kotak pengaduan santri MTs. Baitul Makmur Curup untuk melaporkan
seluruh tindak pelanggaran yang dilakukan oleh beberapa santri baik yang
dilakukan diluar madrasah mauun di dalam madrasah. Hal ini terbukti
efektif menjadi kontrol santri dengan berkurangnya tindak pelanggaran
yang terjadi.
Penulis : Fariq/ Redaktur: admin
No comments:
Post a Comment